PowerMate P4000 dan P6000, PC untuk Semua
Selasa, 11 November 2008 | 08:43 WIB
dari: infokomputer.com
Anda yang menyukai PC minimalis boleh girang. Pasalnya pabrikan asal Jepang, NEC kembali memperkenalkan genre anyarnya. Besutan NEC kali ini dirancang dengan model low-end.
NEC Asia Pasific telah memperkenalkan PC anyar bergenre PowerMate P4000 dan P6000, keduanya merupakan PC all-in-ones. P4000 dirancang dengan menanamkan prosesor AMD Athlon 64 X2 yang mengusung clock speed 1.9GHz. Ditambah dengan memori 1GB serta ruang harddisk hingga 250GB. Untuk urusan gambar, P4000 mengintegrasikan dengan chip grafis Nvidia GeForce 9100M G. Sayangnya, P4000 masih menggunakan layar minimalis 16-inci dengan resolusi 1366 x 768 piksel.
Tampak dalam gambar adalah P6000, berbeda dengan P4000 yang mengandalkan AMD, seri yang ini membenamkan prosesor Intel Core 2 Duo dengan clock speed 2.53GHz. Seri kedua menggunakan media simpan dan memori dengan kapasitas dua kali lebih lega dibanding seri P4000. Seri P6000 diintegrasikan dengan Nvidia GeForce 9300. Pun datang dengan layar yang lebih luas, 19-inci yang dipadu dengan resolusi 1440 x 900 piksel.
Kedua seri PC NEC tersebut siap melenggang di pasar Asia minggu depan. Untuk seri P4000 akan dipatok pada kisaran US$1,270, sedangkan P6000 mematok harga sebesar US$1,675. Jika menilik segi formasi komponen, baik P4000 maupun P6000 sama-sama mengusung performa yang mumpuni. Namun dalam segi harga, kedua seri ini masih termasuk mahal di kantong. (ipm)
0 Komentar
Halaman
Kamis, 13 November 2008
PowerMate P4000 dan P6000, PC untuk Semua
Label: HARDWARE
Diposting oleh cUte GuRlZ here di 06.03 0 komentar
Silicon Mountain Allio: TV Sekaligus PC
Silicon Mountain Allio: TV Sekaligus PC
Senin, 10 November 2008 | 15:01 WIB
dari: infokomputer.com
Mungkin bagi Anda PC yang merangkap sebagai TV itu hal lumrah, pasalnya pada perangkat PC dapat ditanamkan komponen TV tuner. Namun jika TV merangkap sebagai PC, itu hal yang baru. Inilah yang terjadi pada Silicon Mountain Allio.
Sebuah TV berlayar 42-inci yang datang dengan formasi komponen lengkap layaknya sebuah PC. Bayangkan saja,di dalamnya dibenamkan prosesor Intel Core 2 Duo E8400 lengkap dengan memori kapasitas 4GB dan harddisk 1TB.
Pengguna juga akan menemukan satu buah port USB, koneksi kabel dan nirkabel untuk jaringan dan sebuah panel 1080p. Jika membahas mengenai kemampuannya sebagai TV, Silicon Allio juga dibekali dengan rasio kontras 2,000:1, tingkat kecerahan 400cd/m2 dan sepasang speaker berdaya 12-watt.
Nah, fitur terbaru yang diusung Silicon Mountain Allio adalah adanya pemutar Blu-ray. Blu-ray sendiri disinyalir bakal menggeser posisi pemutar DVD yang ada saat ini. TV sekaligus PC ini kabarnya bakal dipatok pada kisaran US$1,599, dengan membenamkan OS windows Vista. Untuk ke depannya, perusahaan pembuat Silicon Mountain Allio ini juga menyiapkan versi lain dengan harga yang lebih terjangkau, namun dengan OS Ubuntu dibenamkan didalamnya. (ipm)
Label: HARDWARE
Diposting oleh cUte GuRlZ here di 01.20 0 komentar
Jumat, 07 November 2008
Relion Enduro RL311
Relion Enduro RL311
Rabu, 5 November 2008 | 16:36 WIB
sumber: infokomputer.com
Prosesor VIA untuk notebook? Anda mungkin jarang mendengarnya. Memang, populasi perangkat yang menggunakan prosesor VIA sangat terbatas jumlahnya. Biasanya prosesor tersebut digunakan untuk sub-notebook berukuran 7-9 inci, atau netbook yang belakangan ini sedang populer itu. Ini sesuai dengan karakteristik prosesor VIA yang ‘dingin’ dan hemat listrik sehingga tidak butuh casing atau batere berukuran besar.
Karena itu, kami agak tekejut ketika mendapati Relion merilis notebook 12,1 inci yang menggunakan prosesor VIA C7-M 765 (1,6GHz). Diberi nama Enduro RL311, notebook ini sepertinya memang tidak mengejar performa. Yang menjadi daya tarik utamanya adalah harganya yang cuma Rp. 4,95juta. Sekadar perbandingan, notebook kelas 12,1 inci paling murah pun saat ini dibandrol di atas harga Rp. 6 jutaan
Jika ditilik, tidak ada yang istimewa dari sisi penampilan notebook ini. Bahan plastik berwarna coklat yang mewarnai sisi dalamnya sedikit bertekstur, sehingga jejak sidik jari tidak mudah tercecer di sini. Tidak seperti notebook kebanyakan, kita tidak banyak menemui tombol shortcut di sisi bawah layar. Tercatat cuma satu tombol untuk menyalakan Windows Media Player. Satu tombol lagi adalah untuk menyalakan fasilitas WiFi yang diposisikan di sisi depan notebook. Anda juga tidak menemukan webcam di atas layar, yang agak mengherankan karena nyaris semua notebook masa kini sudah dilengkapi fasilitas ini.
Di notebook ini tersedia 84 papan kunci dengan papan kunci. Ketika dicoba, kami merasa ukurannya terasa pas dan tiap kunci terasa responsif saat ditekan. Alhasil kami tidak merasa kesulitan mencapai kecepatan ketik standar kami. Yang sedikit mengganggu adalah penempatan tombol FN di sisi paling kiri bawah, karena biasanya posisi itu ditempati tombol Ctrl. Ini agak menyulitkan kami yang terbiasa menggunakan tombol Ctrl. Namun bagi banyak orang, penempatan ini mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Layarnya memiliki tingkat terang (brightness) yang bagus, cuma viewing anglenya agak terbatas di vertikal. Untungnya engsel notebook ini bisa diatur hingga 180o, sehingga leluasa diatur kemiringannya sesuai sudut pandang pengguna.
Dari sisi performa, notebook ini memang bukan untuk kegiatan komputasi kelas berat. Jika melihat hasil pengujian kami—yang melibatkan proses konversi video dan audio—performa notebook ini terasa pas-pasan. Jika dibanding tablet PC HP TX1209 yang menggunakan prosesor AMD Turion 1,9GHz, kita bisa melihat perbedaan yang sangat jauh. Namun Relion mengkompensasinya dengan durasi batere yang lebih lama, yaitu mencapai 2 jam saat memutar film berformat HD.
***
Cara paling ringkas menjelaskan Relion Enduro RL311 ini mirip dengan karakteristik prosesor VIA: murah, hemat daya, namun performanya biasa saja. Namun perlu digarisbawahi kalau parameter ‘performa’ di sini melibatkan aplikasi kelas berat seperti konversi video. Untuk aplikasi standar seperti mengetik atau browsing internet, notebook ini bisa melakukannya dengan baik. Jadi jika Anda butuh notebook murah dan mudah dibawa-bawa, Relion Enduro RL311 layak dilirik. (Wisnu Nugroho)
Plus : Harga kompetitif; ringan; penggunaan nyaman
Minus : Performa agak tertinggal.
Skor Penilaian
Kinerja : 3,75
Fasilitas : 3
Kemudahan : 4,05
Harga : 4,6
Skor Total : 3,75
Hasil Uji
Kinerja Relion Enduro RL31
Encoding Video : 1 jam 41 menit 56 detik
Encoding Audio : 11 menit 19 detik
Cinebench R10 : 35 menit 44 detik
Daya Tahan Batere
Memutar HD Video : 2 jam 1 menit
Battery Eater 05 : 2 jam 15 menit
Kinerja HP Pavilion TX1209
Encoding Video : 24 menit 14 detik
Encoding Audio : 3 menit 46 detik
Cinebench R10 : N/A
Daya Tahan Batere
Memutar HD Video : 1 jam 9 menit
Battery Eater 05 : 1 jam 18 menit
Spesifikasi
Prosesor : VIA C7-M 765, 1,6GHz
Memori : DDR2, 512MB
Chipset : VIA VN896
Kartu grafis : VIA Chrome9 64MB
Harddisk : 80GB (Piringan, SATA)
Optical drive : DVD-RW 8X
Fasilitas : WiFi b/g, Bluetooth, SD Card Reader, USB (3x), Express Card
Layar : 12,1 inci, 1280x800 pixel
Kartu suara : VIA VT1708
Sistem operasi : Tanpa OS
Batere : 4400 mAh
Dimensi : 29,8x21,3x(3,4-3,9) cm
Bobot : 1,83 kg
Garansi : 1 tahun
Situs Web : www.reliontechnology.com
Harga Kisaran : Rp. 4,9 juta
Label: HARDWARE
Diposting oleh cUte GuRlZ here di 07.51 0 komentar
HP Mininote 2133
HP Mininote 2133
dari:http://infokomputer.com
Kamis, 7 Oktober 2008 | 12:54 WIB
Dari tampangnya, kita bisa melihat betapa seriusnya HP menggarap netbook pertamanya. Dengan bahan aluminium, Mininote 2133 terlihat begitu kokoh sekaligus gaya. Butuh waktu untuk membuktikan apakah fisiknya memang setangguh tampilannya, tetapi ketika kami coba memperlakukannya sedikit kasar, terbukti tidak terjadi goresan permanen di permukaannya.
Jika melihat ukuran keyboardnya, kembali kita bisa melihat keseriusan HP. Dengan ukuran keyboard ini nyaris sama (tepatnya 92%) jika dibanding ukuran keyboard notebook standar, setiap tombol terasa luas bahkan bagi Anda yang berjari besar. Kami juga mendapati setiap tombol terasa empuk saat ditekan, sehingga salah pencet adalah hal yang sangat jarang terjadi di netbook ini.
Boleh dibilang, Mininote 2133 adalah netbook paling nyaman digunakan untuk mengetik. Satu-satunya yang agak aneh adalah posisi tombol klik kiri dan kanan yang mengapit touchpad, yang sepertinya disebabkan kurangnya tempat di sisi bawah touchpad.
Dari sisi fasilitas, Mininote 2133 juga tampil istimewa berkat keberadaan slot ekspansi Express Card. Fasilitas ekspansi ini tidak tersedia di netbook lain, dan bisa menjadi faktor penting bagi Anda yang ingin menambah fasilitas tambahan seperti TV Tuner atau modem seluler. Konektor lain yang tersedia di netbook ini adalah USB (2) dan card reader berbasis SD.
Namun fasilitas paling istimewa dari netbook ini adalah resolusi layarnya yang mencapai 1280x600 pixel. Di netbook lain, resolusinya terbatas di angka 1024x600 pixel.
Resolusi lebih tinggi berarti area pandang yang lebih luas, dan ini menjadi kelebihan tersendiri ketika browsing di internet atau melihat foto. Namun perlu dicatat resolusi setinggi itu di layar ukuran 8,9” membuat teks terlihat kecil, yang mungkin menjadi masalah untuk mata yang sudah menua.
Sayangnya HP memilih menggunakan prosesor VIA C7M 1,2GHz. Dari hasil pengujian terlihat, jelas terlihat prosesor ini memiliki performa di bawah Intel Atom atau pun Celeron. Apalagi netbook ini menggunakan sistem operasi Windows Vista (Basic Edition) yang terkenal berat itu.
Untuk mengetik, browsing internet, atau memutar film dari Youtube, Mininote 2133 bisa melakukannya dengan mudah. Namun ketika kita membuka banyak jendela, keterbatasan VIA C7M menjadi terasa.
***
Secara desain, rancangan HP Mininote 2133 nyaris sempurna. Tampilannya bagus, nyaman digunakan, dan ditunjang dengan fasilitas yang komplit. Bobotnya sedikit lebih berat dibanding pesaingnya, tetapi kami rasa tidak banyak yang keberatan membawa peranti berbobot 1,28kg ini.
Yang lebih patut dicatat adalah keterbatasan di sisi prosesor yang membuatnya tidak bisa digunakan untuk aplikasi multitasking. Namun jika Anda bukan termasuk pengguna aplikasi kelas berat, Mininote 2133 merupakan pilihan yang layak dilirik.
Plus : Tampang keren; ukuran keyboard luas; fasilitas komplit.
Minus: Performa prosesor kurang prima.
Skor Penilaian (maksimal 5)
Kinerja : 3,4
Fasilitas : 4,5
Kemudahan : 4,5
Harga : 4
Skor Total : 4,07
Hasil Uji HP Mininote 2133
Kinerja | Waktu
Cinebench R10 : 48 menit 45 detik
Encoding video : 2 jam 23 menit 50 detik
Encoding audio : 16 menit 58 detik
Daya Tahan Batere
Batere meter : 1 jam 37 menit
Batere eater : 1 jam 17 menit
Spesifikasi HP Mininote 2133
Prosesor : VIA C7-M 1,2GHz
Memori : DDR2 667MHz, 1GB
Chipset : VIA VN896
Kartu grafis : VIA Chrome 9 HC IGP
Harddisk : 120GB
Optical drive : Tidak ada
Fasilitas : Wi-Fi, Bluetooth, Cardreader, USB (2x), Kamera, Express Card
Layar : 8,9”, 1280x768 pixel
Kartu suara : ADI 1984HD
Sistem operasi : Windows Vista Basic
Batere : 2600 mAh
Dimensi : 25,5x16,5x 2,7 cm
Bobot : 1,28 kg
Garansi : 1 tahun
Situs Web : www.hp.com
Harga Kisaran*z : Rp 5,9 juta
Label: HARDWARE
Diposting oleh cUte GuRlZ here di 07.35 0 komentar
Selasa, 04 November 2008
Samsung R610, Notebook dengan Tombol Numerik
Samsung R610, Notebook dengan Tombol Numerik
Rabu, 5 November 2008 | 10:15 WIB
sumber: http://infokomputer.com
Notebook yang dilengkapi dengan fungsi tombol numerik layaknya pada keyboard memang belum begitu populer. Namun notebook yang baru-baru ini digelontor Samsung telah mengusung fitur tersebut. R610 merupakan notebook 16-inci Samsung yang dirancang dengan spesifikasi yang mengacu pada segmen bisnis.
Samsung mengerti apa yang menjadi idaman pengguna, sehingga mereka merancang notebook dengan tampilan rasio aspek 16:9 dan resolusi 1,366 x 768 piksel. Sebuah prosesor Intel Core 2 Duo T5800 dengan clock speed 2GHz dibenamkan di dalam R610, berpadu dengan kartu grafis Nvidia GeForce 9200M GS 512MB. Tidak tanggung-tanggung, Samsung juga membekali R610 dengan memori hingga 3GB dan harddisk kapasitas lega 250GB.
Fitur lainnya, seperti pemutar DVD, koneksi Blutooth dan WiFi 802.11a/b/g/n juga dikemas ke dalam Samsung R610. Di sini juga tersedia slot HDMI dan VGA eksternal. Sebagai tambahan adalah empat buah slot USB 2.0, slot kartu Express serta pembaca kartu 3-in-1. Meskipun pada spesifikasi di atas tidak disebutkan kalau R610 dilengkapi dengan kamera web, namun notebook Samsung ini bakal dibandrol dengan harga awal US$949.99. (ipm)
Label: HARDWARE
Diposting oleh cUte GuRlZ here di 22.43 0 komentar
AMD Phenom X49350e
Meski kalah secara kinerja, AMD terus merilis produk dengan peruntukan yang lebih spesifik. Contohnya belum lama ini, AMD meluncurkan seri Phenom X4 dengan stepping B3 untuk memperbaiki bug TLB yang terdapat pada Phenom seri awal. Namun, seri Phenom yang ada saat ini masih menyisakan masalah, seperti panas dan konsumsi listrik yang tinggi, utamanya pada kelas empat inti. Ini paling terlihat pada prosesor kelas tertingginya yang memiliki TDP hingga 125W.
Walau begitu, ternyata AMD juga memiliki jajaran prosesor hemat energi yang menarik untuk dilirik. Jajaran hemat energi AMD ditandai dengan adanya inisial “e” pada nomor seri prosesornya. Setelah berhasil pada versi dua intinya, AMD mencoba membawa pendekatan efisiensi ini pada lini prosesor empat inti. Peluncuran perdana quad core hemat energi ini ditandai dengan kemunculan Phenom X4 9150e dan 9350e.
Kali ini kami mendapat kesempatan Phenom X4 9350e. Prosesor ini memiliki clock sebesar 2.0Ghz dengan 512KB L2 cache per core, 2MB shared L3 cache, 128-bit DDR2 memory controller, dan berjalan pada 3600MHz Hyper-Transport. Phenom 9350e masih menggunakan teknologi fabrikasi 65nm dengan jumlah transistor sebanyak 450 juta buah. Seperti kami sebut di atas, fitur utama yang menjadi focus seri “e” ini adalah rendahnya konsumsi daya, yaitu hanya 65W; bandingkan dengan seri sebelumnya yang mencapai 95W. Keberhasilan ini dicapai oleh AMD dengan langkah menurunkan clock serta tegangan yang digunakan oleh prosesor dengan kisaran 1.05-1.125v.
Dengan memadukan prosesor ini dan chipset 780G, target AMD adalah mereka yang ingin membangun PC murah, hemat energi, dan tetap bertenaga. Konsep ini juga sejalan dengan HTPC (Home Theater PC), karena biasanya HTPC menggunakan casing kecil sehingga tidak bisa menggunakan prosesor yang terlalu panas.
Kami mencoba menguji seberapa jauh kinerja Phenom X4 9350e ini dengan beberapa aplikasi uji standar yang sudah biasa digunakan. Untuk performa, prosesor ini terbilang biasa saja, seperti terlihat dari hasil pengujian. Kami juga mencoba sedikit bermain-main dengan Phenom 9350e ini untuk mengetahui kemampuan maksimal yang mampu dicapai oleh prosesor tersebut. Namun seperti yang pernah kami bahas, jajaran Phenom dari AMD termasuk sulit untuk diajak lari lebih tinggi dari kecepatan standarnya. Pada uji overclock yang kami lakukan, prosesor ini hanya mampu mencapai kecepatan 2,25GHz dari standarnya 2.0Ghz.
Hingga artikel ini disusun, AMD memasang MSRP sebesar $195 untuk Phenom X4 9350e, harga yang lumayan tinggi jika melihat performa yang ditawarkannya. Prosesor dual core yang lebih cepat semisal AMD Athlon X2 6400+ mungkin lebih dapat menjadi pertimbangan jika memang performa yang dicari.
***
Daya tarik utama AMD Phenom X4 9350e adalah TDP-nya yang cuma 65W, yang berarti lebih dingin dan lebih hemat listrik. Namun karena lebih berorientasi pada fitur penghematan energi tersebut, kinerjanya memang tidak istimewa. Alhasil, prosesor ini lebih tepat dipadukan dengan platform 780G untuk menjadi tulang punggung HTPC. (Karuna—Kontributor)
Plus : Konsumsi daya rendah; lebih dingin
Minus : Kinerja biasa-biasa saja; harga cukup tinggi.
Skor Penilaian
Kinerja : 3,4
Fitur : 4,75
Harga : 3,5
Skor total : 3,84
Karena lebih berorientasi pada penghematan energi, kinerja AMD Phenom X4 9350e terlihat agak tertinggal dibanding prosesor Intel Core 2 Quad E6600. Padahal Intel E6600 adalah prosesor kelas menengah dan harganya lebih murah.
Hasil Uji Kinerja
Pengujian | Athlon64 X4 9350e | Intel C2Q E6600 |
Sysmark 2007 Rating | 104 | 134 |
PCMark05 CPU | 5759 | 7676 |
3DMark06 Score | 3086 | 12028 |
Doom3 High Quality 1024x768 (fps) | 111,2 fps | 155,8 fps |
Overclock | 2,25GHz | -- |
Platform: Motherboard: Asus Rampage Formula (Intel), Biostar TForce TA780G A2+HP (AMD), memori Kingston DDR2 KHX9600 2GB, kartu grafis Asus EN8800GT 1GB, harddisk Seagate Barracuda 7200RPM 160GB.
Spesifikasi AMD Athlon64 X4 9350e
Seri | X4 9350e |
Soket | AM2 (940 pin) |
Clock speed (MHz) | 2000 |
Revisi | B3 |
Jumlah core | 4 |
FSB (MHz) | 200 |
Multiplier | 10x |
L1 size | 128KB x4 |
L2 size | 512KB x4 |
L3 size | 2MB x4 |
Harga kisaran | US$ 195 |
Label: HARDWARE
Diposting oleh cUte GuRlZ here di 06.55 0 komentar

