Tampilkan postingan dengan label sejarah sukapura atau tasikmalaya sekarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah sukapura atau tasikmalaya sekarang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2008

Riwayat Singkat Bupati ke XVI

Riwayat Singkat Bupati ke XVI (1942-1947)

Untuk melanjutkan kepemimpinan Pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah pada waktu itu menunjuk (memindahkan) kembali Bupati Ciamis R.T.A Sunarya ke Tasikmalaya dengan catatan wilayah Tasikmalaya yang telah dipindahkan ke Ciamis tidak dikembalikan ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati ke XVI ini terkenal dengan bupati seniman. Karena beliau pencipta Gending karesman "Lutung Kasarung" dan purnabakti 1947.
Karena turut serta merintis kemerdekaan Republik Indonesia, beliau mendapat pengsiun serta penghargaan dari Pemerintah Indonesia. Beliau dikebumikan di Tanjungmalaya. Serta namanya diabadikan untuk salah satu jalan dalam wilayah kotip Tasikmalaya.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati ke XV

Riwayat Singkat Bupati ke XV (1938-1942)
(Bupati ke III di Tasikmalaya)

Setelah melalui proses musyawarah, pengganti Bupati Kabupaten Tasikmalaya ke XIV adalah R.T Wiradiputera. Beliau adalah paman dari bupati ke XIV. Karena mulai masuknya Pendudukan Jepang dan dirasakan banyak terjadinya guncangan di masyarakat dan pemerintah di kabupaten Tasikmalaya, beliau menyerahkan kepemimpinan kepada pemerintah pada waktu itu. Sehingga beliau dikenal Dalem Sumeren. Beliau di kebumikan di Tanjungmalaya.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Senin, 03 November 2008

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke XIV

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke XIV
(Bupati ke II di Tasikmalaya)

Tanggal 23 Agustus 1908, Rd. Wiratanuningrat Wedana Cihelulang, seorang putera tertua dari Bupati ke XIII dilantik menjadi Bupati ke II di Tasikmalaya.
Tahun 1913, nama Kabupaten Sukapura diganti menjadi Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini. Pada waktu menjadi bupati, karena jasa- jasanya dalam pembangunan, beliau mendapat gelar Aria.

Bupati R.A.A Wiratanuningrat ini dikenal sebagai seorang bupati pembangunan karena banyak membuka lahan yang tidak bermanfaat menjadi bermanfaat, anatara lain: Rawa Lambok di Ciamis, menyelengarakan koperasi pedagang batik, tenunan, anyam- anyaman, dan peternakan.
Disamping itu, beliau mendirikan kumpulan Wargi Sukapura yang maksudnya menyatukan keluarga dan keluarga Sukapura untuk saling menolong.

Dalam membina kerukunan beragama, beliau pun mendirikan perkumpulan "Kiai" yang bernama IDHARU BIATIL MULUKI WAL UMRO, yang artinya "Tuhu ka Ratu, Tumut ka paparentahan ponggawana". Pada waktu itu anggotanya berjumlah 1350 kiai.

Bintang jasa yang diterima anatara lain: Tanggal 21 Agustus 1920 mendapat gelar Aria, Tanggal 24 Agustus 1920 karena berhasil dalam pembangunan, beliau mendapat bintang penghargaan tertinggi bernama "OFFICIERDER ORDE VAN ORANYE NASSAU".
Tanggal 21 Agustus 1926, beliau mendapat kembali bintang penghargaan bernama "Gele Songsong".

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke XIII

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke XIII (Tahun 1901-1908)
(Bupati Pertama di Tasikmalaya)

Setelah bupati ke XII wafat, kemudian diganti oleh Rd. Rangga Wiratanuwangsa. Beliau merupakan Patih Manonjaya dan putera tertua Bupati ke XI (Dalem Bogor).
Pada waktu dilantik, beliau diganti namanya menjadi Rd.Tumenggung Prawira Adiningrat.
Pada 1 oktober 1901, kabupaten Sukapura di Manonjaya di alihkan ke Tasikmalaya dengan nama tetap Kabupaten Sukapura.
Tahun 1908 beliau mendapat gelar "Aria". Sehingga sering dikenal Dalem Aria dan merupakan Bupati ke I di Tasikmalaya. Beliau terkenal sebagai bupati yang gagah (Kasep) diantara para bupati pada waktu itu. Beliau wafat di Cianjur tahun 1908 sewaktu berobat.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke XII

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke XII (Tahun 1875-1901)
(Bupati ke V di Manonjaya)

Sewaktu Bupati ke XI dibuang ke Bogor. Kabupaten Sukapura dipimpin oleh adiknya yang bernama Rd.Demang Danukusumah. Sewaktu dilantik menjadi Bupati, nama beliau diganti menjadi Rd. Tumenggung Wirahadiningrat. Beliau merupakan bupati terakhir di Manonjaya, wafat tahun 1901.
Tanda jasa yang pernah diterima antara lain mendapat 1900 bintang "Oranye Nassau", sehingga beliau sering disebut Dalem Bintang.
Pada awal tahun 1901, sebelum wafat beliau mendapat surat dari pemerintah Belanda, bahwa kabupaten Sukapura di Manonjaya harus segera pindah ke Tasikmalaya. Karena kuatnya cacandran di Karuhun "Galunggung Ngadeg Tumenggung" beliau tidak sempat memindahkan kabupaten dan wafat.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke XI

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke XI (Tahun 1855-1875)
(Bupati ke IV di Manonjaya)

Pada waktu pelantikan, Rd. Rangga Tanuwangsa diganti nama menjadi Rd. Wiratanubaya. Tahun 1872 beliau mendapat gelar Adipati. Dan berganti nama menjadi Rd. Adipati Wiradegdaha. Karena melawan terhadap kebijaksanaan Pemerintah Belanda tahun 1875. Beliau diberhentikan dari bupati dan dibuang ke Bogor. Sehingga beliau dikenal dengan sebutan Dalem Bogor. Beliau wafat tahun 1912. Dimakamkan di Tanjungmalaya, serta dikenal sebagai Bupati Sukapura ke IV di Manonjaya.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke X

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke X (Tahun 1844-1855)
(Bupati ke III di Manonjaya)

Rd. Rangga Wiradimanggala, putera tertua dari bupati ke IX menggantikan ayahandanya yang telah wafat. Beliau diganti namanya menjadi Rd.Tumenggung Wiratanubaya. Tahun 1855 beliau wafat dan memegang Jabatan 12 tahun. Namun, sayang tidak mempunyai keturunan. Sehingga kelungguhan kebupatian diserahkan kepada adindanya yang bernama Rd. Tangga Tanuwangsa.
Bupati ke X ini dikenal dengan nama Dalem Sumantren dan beliau sebagai bupati ke III di Manonjaya.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke IX

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke IX (Tahun 1837-1844)
(Bupati ke II di Manonjaya)

Rd. Tumenggung Danuningrat putera Bupati ke VIII menggantikan Ayhandanya. Beliau tidak lama memerintah karena sakit. Tahun 1844 beliau wafat dan dimakamkan di Tanjungmalaya. Beliau meninggalkan 13 orang putera. beliau dikenal sebagai Bupati ke II di Manonjaya.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke VIII

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke VIII (Tahun 1807-1811/1814-1817)
(Bupati ke I di Manonjaya)

Putera nomor 5 dari bupati ke VII yang bernama Rd. Demang Anggadipa menggantikan kedudukan Ayahandanya. Beliau diganti nama menjadiRd. Tumenggung Wiradadaha ke VIII. Dan beliau dikenal sebagai seorang bupati yang menentang pemerintah Belanda. Sehingga pada tahun 1811 diberhentikan sebagai Bupati. Sebagai pejabat sementara, diangkatlah Dalem Suryalaga dari Sumedang.
Tahun 1830 Rd. Tumenggung Adipati Wiradadaha ke VIII diangkat kembali menjadi Bupati Sukapura.
Pada tahun 1834, Kabupaten Sukapura di Leuwi Loa dialihkan ke Harja Winangun. Karena tidak sesuai, akhirnya dialihkan kembali ke Pasir Panjang dan diberi Nama Manonjaya.
Tahun 1837 beliau wafat dan meninggalkan putera 14 orang. Beliau Memegang kebupatian selama 30 tahun. Dimakamkan di Tanjungmalaya dan dikenal sebagai Bupati ke I di Manonjaya.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke VII

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke VII(ketujuh)(tahun 1765-1807)

Pada masa transisi tersebut diatas, akhirnya Belanda masuk menjajah tanah Priangan, adapun sebagai pengganti Bupati ke VI diangkatlah Rd. Jayamanggala ke II sebagai putera tertua bupati ke VI. Beliau diganti nama Rd.Tumenggung Wiradadaha ke VII. Pada waktu jadi Bupati beliau baru berusia 18 tahun. Sehingga dalam melaksanakan tugasnya di bina oleh Dalem Tumenggung Wiratanubaya, dari Parakan Muncang.
Tahun 1800 Rd. Tumenggung Wiradadaha ke VII berganti nama menjadi Rd. Adipati Wiratanubaya.
Beliau wafat tahun 1807. Dimakamkan di Pasir Tando.Dan meninggalkan putera 37 orang

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura VI

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke VI (keenam)(tahun 1747-1765)

Setelah wafatnya Bupati ke V, putera no 2 yang bernama Rd. Jaya Ngadireja menggantikan ayahandanya dan pada waktu pelantikan, beliau berganti nama menjadi Rd. Tumenggung Wiradadaha ke VI. Karena ada pertentangan paham dengan patih, dengan kesatriaan dan kesabarannya, beliau mengundurkan diri dari Bupati. Namun, setelah adanya penelitian khusus, ternyata yang bersalah patihnya sendiri. Dan akhirnya dibuang ke Sailon.
Bupati ke VI wafat tahun 1765 dan dikebumikan di Baganjing Sukaraja.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura ke VI

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Kamis, 30 Oktober 2008

Riwayat Singkat Bupati Sukapura V

Riwayat Singkat Bupati Sukapura V(lima) (tahun 1745-1747)

Sewafatnya Bupati Sukapura ke IV, karena beliau tidak memilki keturunan, akhirnya diganti oleh seorang putera patih Rd. Anggadipa ke II (Dalem Abdul) yang bernama Rd. Demang Secapati. Pada waktu pelantikan menjadi Bupati, beliau namanya diganti menjadi Rd. Tumenggung Wiradadaha ke V. Sejak saat itulah adanya tanah wakaf pusaka Sukapura yang diwakafkan Dalem Abdul untuk para bupati Sukapura dan keturunannya, tanah wakaf ini sekarang dikelola oleh Yayasan Keluarga Sukapura.
Bupati ke V wafat tahun 1747 dan meninggalkan 2 orang putera. Bupati ke V inipun mengikuti jejak ayahadanya, yaitu mewakafkan seluruh kekayaannya untuk para Bupati Sukapura keturunannya, beliau di kebumikan di Baganjing Sukaraja.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura IV

Riwayat Singkat Bupati Sukapura IV (keempat) (tahun 1723-1745)

Setelah bupati ke-III wafat, kemudian diganti oleh putera nomor dua dari Rd. Anggadipa yang bernama Rd. Subamanggala, pada waktu pelantikan menjadi Bupati, beliau berganti nama menjadi Rd. Tumenggung Wiradadaha ke-IV. Beliau terkenal seorang Bupati yang santri. Karena sejak kecil diasuh dan dibimbing oleh panembahan Sekh H. Abdul Muhyi Pamijahan. dan beliau menikah dengan salah satu putri-Nya. Beliau wafat dan dimakamkan di Pamijahan, dekat dengan makan Waliyulloh sekh Abdul Muhyi. dan Beliau tidak dikaruniai putera (keturunan).

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura III

Riwayat Singkat Bupati Sukapura III (ketiga) (tahun 1674-1723)

Karena putera Bupati ke II masih kecil belum ada yang dewasa, sebagai pengganti adalah adiknya yang bernama Rd. Anggadipa. Rd. Anggadipa merupakan putera ke-4 dari bupati ke-I (Rd. Wirawangsa).
Pada waktu pelantikan menjadi bupati, Rd. Anggadipa berganti nama menjadi Rd. Tumenggung Wiradadaha ke-III. sejak kecil beliau banyak tolibul ilmi di panembahan Waliyulloh Sekh H. Abdul Muhyi Pamijahan. Sehingga pada waktu itu isi masyarakat Tatar Sukapura dibina melaui syari'at ajaran agama islam.
Jalannya pemerintahan bupati ke-III ini mendapat dukungan dari ke-4 puteranya. Sehingga pada waktu itu pemerintahan diresmikan adanya 4 patih yang mempunyai tugas masing-masing antara lain:
1. Patih pertama (dalem Yudha negara) karena kegagahan dan keberaniannya, beliau mempunyai tugas menjaga keamanan dan ketertiban rakyatnya (sebagai panglima angkatan perang). Makamnya berada di komplek Pamijahan.
2. Patih kedua (Rd. Anggadipa ke-II) terkenal dengan julukan Dalem Abdul. Beliau mempunyai tugas sebagai menteri Pertanian sewaktu masih hidup. Beliau banyak membuka lahan persawahan tegalan yang bermanfaat, serta membuat saluran irigasi yang manfaatnya dirasakan sampai saat sekarang, yaitu irigasi Ciramajaya dan irigasi Ciganjing sertai irigasi lainnya. Patih kedua ini trekenal patih yang dermawan dan mewakafkan harta bendanya kepada para keturunannya yang menjadi Bupati Sukapura. Makamnya di komplek Baganjing Sukaraja.
3. Patih ketiga (Rd. Somanagara) beliau mepunyai tugas dan kewajiban mengatur Administrasi Pemerintahan. Makamnya berada di Desa Cikuya, Kemantren Culamega.
4. Patih ke empat (Rd. Indrataruna) beliau mempunyai tugas da kewajiban mengatur keuangan pemerintahan dan dikebumikan di Leuwi Leungsir Desa Sukakerta Salopa.

Bupati ke-III wafat tahun 1723, terkenal sebagai seorang bupati dermawan dan sering disebut Dalem sawidak, karena mempunyai putera 63 orang. 1 orang dirahasiakan. Beliau dimakamkan di baganjing Sukaraja.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Riwayat Singkat Bupati Sukapura II

Riwayat Singkat Bupati Sukapura II (Kedua) tahun 1674

Bupati Sukapura ke II bernama Rd. Jayamanggala. Rd. Jayamanggala merupakan putera ke 3 dari Bupati ke-I (Rd. Wirawangsa), memerintah hanya beberapa bulan berhubung wafat di perjalanan, tepatnya di Wilayah Banyumas yaitu sekembalinya dari Mataram. Beliau berputera 8 orang. Beliau dimakamkan di Pasir Huni, dan dijuluki "Dalem Tamela".
Menurut Ceritera dari mulut ke mulut para leluhur Sukapura dan para keturunannya, makam almarhum tidak boleh dijiarahi oleh para keturunannya atau masyarakat yang masih mempunyai kedudukan/ bekerja di pemerintahan, terkecuali setelah Puranabakti.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Rabu, 29 Oktober 2008

Riwayat Singkat Bupati Sukapura I

Riwayat Singkat Bupati Sukapura Pertama (1632-1674)

Rd. PATAH (Sultan Demak I)
|
Rd. Trenggono (Sultan Demak ke II)
|
1. Joko Tingkir (Sultan Pajang)
2. Pangeran Benowo (Bupati Pajang)
|
PANGERAN BENOWO
|
Pangeran Kusumah Diningrat

Sewaktu terjadi perang saudara antara Pajang dan Mataram, yang selama peperangan karena Pangeran Kusumah Diningrat belum dewasa, beliau di titipkan pada Sultan Demak. Sambil menunggu peperangan selesai, Pangeran Kusumah Diningrat mengembara mencari ilmu, dan sampailah di tanah Sunda.Tepatnya di Kampung Padarek, Kecamatan Cigalontang. Beliau mendapat julukan 'Pangeran Dago Jawa'.
Pangeran Kusumah Diningrat menikah dengan Rd. Ayu Sudarsah. Putera Pangeran Rangga Gempol (Cucu Pangeran Geusan Ulun dari Sumedang).
Beliau menurunkan putera 5 orang antara lain :
1. Seureupeun Manangel
2. Seureupeun Cibeuli
3. Seureupeun Cihaurbeuti
4. Seureupeun Dawagung
5. Seureupeun Cibuniagung (yang menurunkan Sukapura).
Seureupeun Cibuniagung berputera : 1. Rd. Wirahadiningrat (Entol Wiraha)
2. Nyi Ageng
Rd. Wirahadiningrat menikah dengan putera dalem Sukakerta, bernama Brajayuda, Keturunan dari Srigading Anteg (terah galunggung).
Beliau mempunyai putera lima orang, antara lain:
1. Rd. Wirawangsa
2. Rd. Astrawangsa
3. Rd. Pranawangsa
4. Rd. Narahita
5. Rd. Bagus Halipah
Karena kegagahan dan keberaniannya setelah selesai perang Dipati Ukur tahun 1632, Rd. Wirawangsa diangkat menjadi Bupati Sukapura yang pertama dan beliau wafat pada tahun 1674, serta dimakamkan di Baganjing Sukapura.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Sekilas Berdirinya Kabupaten Sukapura atau Tasikmalaya

Hari berganti Hari, tahun berganti tahun, bermunculan pula generasi- generasi pengganti sebagai penerus perjuangan pembangunan dan pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya yang kita cintai ini. Dengan adanya pergantian ini, mungkin belum ada yang mengetahui tentang sejarah pertamakali berdirinya kabupaten Sukapura dahulu dan Tasikmalaya sekarang.
Pada kesempatan ini saya akan mencoba menguraikan sejarah singkat pertama kali berdirinya Kabupaten Sukapura sampai menjadi Kabupaten Tasikmalaya. Namun sebelumnya khusus kepada Arwah para Bupati dan Leluhur Sukapura yang pusaranya berada di hadapan kita serta yang lainnya, saya secara pribadi mohon ijin untuk menguraikan riwayat singkat Pemimpin Sukapura ini dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan ataupun kekurangan. Demikian pula kepada hadirin bukan kami "agul ku payung butut"(bahasa sunda). Namun, hanya sejarah inilah yang menjadi saksi dan yang dapat kami sampaikan.
Sejarah yang akan kami uraikan disini adalah sejarah para Bupati Sukapura dan pertama lahirnya nama Kabupaten Sukapura atau pertamakali adanya pemerintahan Kebupatian. Riwayat singkat yang kami uraikan disini adalah diambil dari kenyataan yang ada, baik berupa tulisan maupun benda- benda peninggalan leluhur Sukapura yang sampai saat ini menjadi pegangan dan tanggung jawab kami selaku generasi penerusnya.

SEKILAS BERDIRINYA KABUPATEN SUKAPURA

Kabupaten Sukapura berdiri dan di resmikan setelah selesai perang Dipati Ukur yang tertuang dalam Piagam Sultan Mataram, tepatnya tanggal 26 Juli 1632. Yang menjadi Bupati pertama pada waktu itu adalah Rd. WIRAWANGSA. Setelah menjadi bupati beliau namanya diganti menjadi Rd. Tumenggung WIRADADAHA ke I. Nama tersebut bukan sembarang nama. Nama tersebut menggandung arti:
Wira adalah Prajurit
Dadaha adalah Penuh keberanian
Pertama beliau diangkat menjadi Bupati, pusat pemerintahan bertempat di Sukakerta, tepatnya di Leuwi Loa (Belakang Kecamatan Sukaraja Sekarang). Dan diberi nama Sukapura. Sukapura mengandung arti:
Soka adalah tiang
Pura adalah Negara

Pertama kali wilayah Kabupaten Sukapura seluruhnya terdiri dari 15 Cutak (kecamatan sekarang),antara lain:
-wilayah Cijulang, Cigugur, Kalapa genep, Panembong, Panempek, dan Malangbong. Jumlah desanya terdiri dai 300 Desa dengan jumlah penduduk kurang lebih 890 Kepala Keluarga(+- 3560 jiwa.)
Bupati Sukapura pertama wafat tahun 1674 dan berputera 28 orang.

BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Sekilas Kata Dariku

Aku tak mempunyai niat apa- apa sebelum aku menuliskan sejarah Sukapura, atau lebih dikenal dengan nama Tasikmalaya saat ini. Aku hanya ingin menuliskan sejarah ini dari buku sejarah keluarga yang aku dapatkan. Aku mendapatkan buku ini dari buyutku. Dan dia mendapatkan buku sejarah ini juga dari keluargaku yang ada di Sukapura. Buku sejarah ini merupakan sejarah turun temurun yang terus diperbaharui tiap generasinya. tujuannya hanya untuk mengetahui siapa saja generasi penerus dari keluarga besar Sukapura.
Tujuan lain dari penulisan sejarah ini lewat blog milikku adalah agar khalayak banyak dapat mengetahui sajarah Sukapura atau Tasikmalaya kini. Selain itu, aku juga ingin berbagi dengan khalayak yang merasa bagian dari keluarga besar Sukapura untuk sharing/ bertukar informasi padaku tentang generasi penerusnya juga. Misalnya, dia satu kakek, buyut, atau diatasnya lagi dengan aku. Dan aku ingin mengetahui silsilah atau pohon keluarga dari orang tersebut, dll.
Semoga penulisan sejarah ini dapat bermanfaat.
Karena jarang sekali yang memposting tentang silsilah atau bagian dari keluaga besarnya.
Bukan maksud untuk menyombongkan diri. Melainkan hanya ingin berbagi dengan khalayak yang merasa satu leluhur dengan aku.
Pada dasarnya semua manusia di dunia ini Satu keturunan, dari Adam dan Hawa. Tetapi aku hanya ingin mencari siapa saja bagian dari keturunan leluhur yang sama dengan aku.

_vieldha_


BACA LEBIH LENGKAP YUK......

Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger